Monday, 19 October 2015

Budaya Politik di Indonesia~Bagian 1

Ini emang terbalik. Mustinya memaparkan mengenai materi baru ke soal. Tapi ya, berhubung blog ini adalah area kekuasaan saya, boleh lah dibolak-balik macem tempe yang digoreng :). Materi ini adalah materi pada bab 1 PKn Kelas XI Semester 1. Berikut SKKD-nya, sodara:
Standar Kompetensi: 
Menganalisis budaya politik di Indonesia. 
Kompetensi Dasar: 
1. Mendeskripsikan pengertian budaya politik.
2. Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. 

Pengertian Budaya Politik

1. Rusadi Sumitapura
    Pola tingkah laku individu dan orientasi terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh       anggotanya.
2. Sidney Verba
    Suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif, dan nilai yang menegaskan     situasi politik dilakukan.
3. Austin Ranney
    Suatu pandangan tentang politik dan pemerintah yang dipegang secara bersama-sama.
4. Alan R. Ball
    Suatu susunan yang terdiri atas sikap, kepercayaan, emosi, dan nilai masyarakat yang       berhubungan dengan sistem poitik dan isu politik.
5. Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell
    Berisi sikap, keyakinan,nilai, dan keterampilan yang berlaku bagi populasi.

Orientasi Seseorang terhadap Politik

1. Kognitif
    Berkaitan dengan pengetahuan, misalnya presiden, lambang negara, dasar negara,             hukum yang berlaku.
2. Afektif
    Berkaitan dengan perasaan atau ikatan emosional seseorang terhadap sistem politik.
3. Evaluatif
    Penilaian moral seseorang terhadap nilai politik.

Tipe Budaya Politik 

1. Berdasarkan sikap yang ditunjukkan
    a. Militan         : Hanya memandang   perbedaan sebagai usaha jahat.
    b. Toleransi     : Berawal dari ide kemudian dicari solusinya.
2. Berdasarkan orientasi politiknya
  a. Parokial      : Lingkupnya sempit. Biasanya terjadi pada masyarakat sederhana,                 tradisional. Bersifat pasif.
  b. Kuala/Kaola :  Masih bersikap pasif, tetapi sudah mulai maju.
  c. Partisipan    : Kesadaran politik tinggi.

Itulah materi yang saya sajikan untuk pertemuan pertama bab I. Saya lebih suka mengajar ala2 pada dosen di perkuliahan. Memberikan materi yang padat dan membebaskan para siswa mengekspore pengetahuan itu lebih dalam dengan belajar secara mandiri. Eem, sebenarnya alasannya terlalu klise, alasan sebenarnya saya tidak suka berbicara panjang lebar sampai berbuih dan akhirnya terlupa. Orang ngomong dikit aja baru beberapa hari sudah lupa, apalagi ngobrol dari sabang sampai merauke? 
Tipe saya mengajar adalah banyak2 variasi. Kadang ceramah, kadang tanya jawab, presentasi, dan berbagai teknik lain. Saya dulu termasuk siswa yang suka kalau ada guru atau dosen yang memberikan informasi "menakjubkan", misalnya ketika pelajaran PKn dulu, guru SMA saya, Pak Kartika menyampaikan bahwasanya Presiden kita masih Presiden Soeharto, meskipun saat itu sudah digantikan oleh Presiden BJ. Habibie. Kenapa? Karena bla bla bla. Haha. Silakan cari sendiri. Ato cerita dari Tentor Sejarah waktu les di Neutron yang memaparkan hubungan antara gunung merapi, laut selatan, dan keraton. Waktu itu masih gempar sama Gempa Yogya 2006. Makanya saya terobsesi untuk memberikan informasi semacam itu. Meskipun belum bisa. Haha. Maklum masih 'hijau'. 
Saya tidak suka menghafal, saya lebih suka memahami. Makanya kalau di kelas saya, modal yang diperlukan siswa adalah mendengarkan. Dari mendengarkan mereka akan mengerti dan memahami. Kalau mendengarkan saja malas, wasalam. BYE! Soal gaya mengajar akan saya bahas di postingan selanjutnya, yes? 
Setelah memaparkan mengenai materi tersebut, saya memberikan tugas kepada siswa. Seperti ini tugasnya: 

Diskusi

Kita akan mempraktikkan budaya politik toleransi. Coba bayangkan kalian sebagai kepala daerah. Amati lingkungan kalian. Adakah masalah yang kalian temukan? Coba praktikkan politik toleransi. Pikirkan ide yang harus kalian lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut! 

Diskusi ala2 Pemilihan Puteri. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Ada yang menyinggung soal fenomena ngelem siswa! Ige Buya Ige kalo kata2 pemain drama korea. Tugas itu bertujuan untuk mengasah kepekaan siswa terhadap lingkungannya. Dengan mengerti mengenai lingkunganya, saya harap siswa lebih aware dengan tempat tinggal mereka sendiri. Dan tentu saja melakukan upaya untuk memperbaikinya :)
Demikian, kita sambung dalam lain kesempatan. Salam Sehat Keluarga Indonesia! 


No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.