Monday, 6 June 2016

Terima Kasih: XI IPA 3

IPA 3. Saya pernah menjadi pembina upacara dengan petugas upacara dari IPA 3. Dan saya bersyukur mereka bersedia melibatkan saya dalam proses gladi resik alias latihan upacara bendera. Saat itu pertama kalinya saya menjadi pembina upacara. Dan saya merasa sangat membutuhkan rehearsal. Gladi resik. Saya takut ketika saatnya saya harus berjalan ke podium saya malah menyalami kepala sekolah. Sangat amat tidak elite kan? Pasti peserta ketawa hepi. Hush! itu tidak boleh, nak. Kesalahan itu bukan untuk ditertawakan tapi diperbaiki. Apalagi dalam suasana resmi seperti upacara. Saya takutnya kebiasaan. Menertawakan orang lain tidak pada tempatnya. Sangat tidak elegan dan sangat tidak kekinian.
IPA 3 ini lah satu-satunya kelas yang saya mampu hafal nama siswanya. Ketika di kelas. Ketika di luar kelas, saya kembali mengalami kepayahan dalam memanggil nama siswa, terutama Fatimatuzzahra, Ajeng, Faulina. Lebih pusing daripada ngapalin nama member EXO! Haha. 
Menurut saya mereka aktif dan antusiasme dalam belajar bagus. Ketika ada kesempatan untuk maju mereka bersedia maju. Ini bagus. Bagi saya, keberanian untuk maju itu sendiri sudah luar biasa. Kalau salah bisa diperbaiki. 
Di kelas ini juga saya mendapat doodle dari Melissa. Emm, sebenarnya bukan diberi, tapi pengganti sanksi karena dia gagal menjalankan misi *haha*. Doodle itu terpampang di binder saya. Selain dari kelas IPA 3, saya juga berhasil mendapatkan doodle dari IPA 2. Love that. 
Di kelas ini pula, beberapa siswi kadang secara random bertanya pada saya. "Ibu tahu lah xxx?". Tidak nak, ibu tahunya libur sebentar lagi. Atau secara random juga mengatakan sesuatu seperti "Ibu jangan lihat ke belakang karena di belakang ada masa lalu". Good job, nak. Kalian yang terbaik.Akhirnya ada ucapan selain tanya nilai PKn. Kada papa. Daripada gak tanya sama sekali? Haha. Kada papa. Bagi saya ucapan kada papa dari Rizky Renaldi kepada teman-temannya saat bermain futsal ears cathcy. Pronounce-nya bagus. 

Ada yang pusing setelah membaca soal Ulangan harian?
Kerjakan. Kerjakan. Kerjakan
Pose semi resmi
Pose lope lope

Pose annyeong dan metaaal!
Saya suka dengan kerandoman sikap dan ucapan di kelas ini. 
Rin, Arin demi Rafatar!
Itu ucapan si kada papa kepada Arin. Mungkin Rizky merasa Raffi Ahmad lokal bagian Banjar. Tidak hanya Rizky yang random. Ada Dayat yang merasa disisihkan saat teman-temannya berdiskusi. Atau Riduansyah yang mengira jam kelas saya kosong dan saya balas,"Ibu tidak akan membiarkan kalian bergembira. Kita 'menderita' bersama-sama, nak!"
Hal-hal lucu dan membuat tertawa adalah relaksasi. Saya yakin guru lain juga begitu. Bertemu siswa lucu dan menyenangkan mampu membuat guru tersenyum dan sejenak melupakan tagihan yang sudah di depan mata. Haha. Saya harap siswa juga merasa senang bertemu dengan guru dengan berbagai karakter. Kalau bisa kelas ini jangan di rolling. Sudah pas menurut saya. Kalau bisa. Haha. Banyak siswa yang pandai dan nilainya bagus-bagus. Windawati mengingatkan saya pada sosok saya ketika SMA *plaaak*. Ndak. Saya tidak sejenius Windawati. I'm normal student *gak ada yang nanya ya?*
Well, good job, nak. Saya suka dengan kelas ini. Tingkatkan prestasi kalian! Fighting!

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.