Monday, 22 August 2016

Tugas Mandiri Senin 22 Agustus 2016

Assalamualaikum wr wb
Dalam beberapa minggu ini, ibu guru tidak bisa hadir dalam proses belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu, ibu harap ketika kelas PPKn ataupun Sosiologi silakan kalian membawa laptop untuk mengikuti kelas secara virtual. Bahasanya agak ilmiah dikit ya. Ndak usah tanya ibu kemana, yang jelas ibu bukan ke Barat untuk mencari kitab suci. Meski ibu tidak bisa hadir tapi yakinlah nak, hati ibu tetap di kelas. Haha.

Oke, jadi ibu harap ketika ada jadwal pelajaran PPKn dan Sosiologi di kelas masing-masing, silakan buka laptop, buka blog ibu dan kerjakan sesuai dengan perintah. Yang tidak bawa bisa memanfaatkan fasilitas sekolah, yaitu lab kom. Kalian juga diperbolehkan keluar kelas untuk mencari sinyal. Mirip dengan permainan Pokemon Go. Kali ini Sinyal Go.

Tugas Mandiri untuk kelas XI IPA 3, IPA 1, IPS 3

1. Pada pertemuan sebelumnya, kalian sudah mendiskusikan mengenai artikel seperti berikut ini.

Artikel 1
TEMPO Interaktif , Padang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat mengkhawatirkan sistem Pemilu 2009 tidak dipahami warga pedalaman di Mentawai karena minimnya dana untuk sosialisasi.
Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai, Bastian Sirirui , Sabtu (7/3) mengatakan dana untuk sosialisasi Pemilu hanya Rp70 juta, padahal di Mentawai ada sepuluh kecamatan yang letaknya berjauhan di empat pulau yang memakan biaya transportasi yang besar.
Bastian mengatakan, awalnya KPU Mentawai akan berusaha keras mensosialisasi Pemilu ke masyarakat, terutama masyarakat di pedalaman Mentawai seperti di Pulau Siberut bagian barat dan tengah, serta Sipora. Sedangkan di kecamatan, cukup menyebarkan brosur atau poster.
“Kami sudah berencana akan membuat simulasi Pemilu pada warga di pedalaman namun dengan dana sebesar itu tidak mencukupi, sehingga hanya bisa membagikan poster dan brosur, saya khawatir masyarakat banyak yang tidak paham sehingga tingkat kesalahan saat pemungutan suara jadi tinggi,” kata Bastian.
Apalagi di daerah pedalaman seperti Pulau Siberut dan Pulau Sipora banyak yang buta huruf, tidak akan bisa membedakan nama calon legislatif, selain itu mereka juga akan kesulitan mencentang dengan benar karena memegang pena tidak biasa. Jumlah pemilih di Mentawai tercatat 44.700 orang. Sekitar 20 ribu pemilih berdomisili di pedalaman.
Sumber: https://m.tempo.co/read/news/2009/03/07/146163600/warga-pedalaman-mentawai-dikhawatirkan-tak-paham-pemilu

Artikel 2
Belasan pria berbaju hitam mengenakan romal (ikat kepala) batik berwarna biru Selasa (31/3) siang berkumpul di sosoro (teras depan) rumah jaro (kepala desa) Kanekes, desa tempat suku Baduy tinggal. Mereka duduk melingkar memperhatikan selembar kertas yang ukurannya lebih besar daripada koran.
Mereka berlatih mencontreng surat suara Pemilu 2009. Tim dari kementerian komunikasi dan informatika yang dipimpin staf khusus Menkominfo Sukemi mengajari masyarakat Baduy tentang cara memilih yang benar pada Pemilu 2009.
Itu bukan sosialisasi pertama bagi masyarakat Baduy. Sudah lebih dari tiga kali mereka mendapatkan pelajaran mencontreng. Yakni, dari Pemprov Banten, KPU Banten, dan terakhir dari Kementerian Kominfo.
Maklum, pemilu bagi masyarakat Baduy tidaklah penting. Siapa pun pemenang pemilu tidak akan ada manfaatnya bagi masyarakat Baduy. Sebab, kepercayaan adat mereka melarang penggunaan listrik, kendaraan, sekolah, bantuan raskin (beras untuk rakyat miskin), dan pembangunan jalan. Masyarakat Baduy memilih melestarikan alam dan menolak segala bentuk modernisasi.
Jaro Daenah, kepala desa Kanekes, mengatakan, di desanya terdapat 6 ribu jiwa. Pada Pemilu 2004, hanya 100-an yang datang ke TPS. Itu pun penduduk Baduy Luar. "Yang Baduy Dalam tidak melaksanakan (tidak memilih, Red)," kata Daenah. Jaro Daenah optimistis, pemilih pada pemilu kali ini meningkat. Indikasinya, kata Daenah, pada pilkada gubernur tahun lalu, jumlah pemilih naik menjadi 800 orang. "Mudah-mudahan pemilu ini naik lagi yang milih," katanya.
Daenah mengakui, mengajak masyarakat Baduy Dalam yang berjumlah sekitar 1.000 orang untuk ikut pemilu memang agak susah. Sebab, masyarakt Baduy Dalam lebih kental menjaga tradisi.
Sebagian warga Baduy Luar juga mengaku sudah memiliki pilihan mantap dalam pemilu nanti. Amir Syafrudin, 29, mengaku sudah menetapkan pilihan pada satu partai. Namun, dia belum punya pilihan caleg. "Prinsip kami lunang, milu (ikut, Red) yang menang. Siapa pun yang menang, Baduy mengakui," katanya.
Masyarakat Baduy tidak mengenyam pendidikan formal di sekolah. Mereka menganggap, sekolah membuat orang jadi pintar. Akibatnya, setelah pintar, mereka akan memintari (membohongi) orang lain seperti orang kota. Meski tidak sekolah, mereka tidak buta huruf. "Jadi, kalau urusan mencontreng tidak masalah. Kami bisa membaca dan menulis," kata Marsadi, sekretaris PPS (panitia pemungutan suara) Baduy.
Soal pemilih perempuan, juga mulai ada kesadaran dari kaum ibu. Arsih, 28, telah mengajak ibu-ibu di Baduy untuk memilih. "Tapi, kami belum kenal caleg-calegnya," ujar perempuan yang sehari-hari menenun kain itu.
Sumber: http://www.jpnn.com/berita.detail-16352

Artikel 3
Kedubes Indonesia di Singapura dipenuhi ratusan WNI yang hendak memanfaatkan hak suaranya. Meski hujan mengguyur, tapi warga tetap bersemangat antre.Hingga pukul 09.15 WIB, hujan masih mengguyur. Sejumlah pengantre kecipratan guyuran hujan. Kedubes menyediakan 10 TPS. Proses mencoblos pun cepat. Demikian dilaporkan Donny BU, koordinator ICT Watch yang ikut menusuk di Kedubes, pada detikcom, Senin (20\/9\/2004).
Donny menuturkan, bagi WNI yang tak punya kartu pemilih warna biru terbitan KPU, bisa menunjukkan paspornya. Bahkan fotokopi KTP pun diterima. TPS dibuka pukul 08.00 waktu setempat hingga 20.00 WIB nanti. Panjangnya waktu coblosan diberlakukan karena hari ini di negeri singa itu bukan hari libur seperti di Indonesia.
Banyaknya WNI yang antre mencoblos membuat jalanan di depan Kedubes sedikit macet. Sejumlah orang juga ikut nimbrung membagi-bagikan brosur promosi. Bahkan petugas TPS pun mengenakan pakaian yang ada bordiran promosi dari sponsor."Sekarang masih hujan, tapi orang-orang terus berdatangan," kata Donny seraya menambahkan penghitungan suara akan dilakukan pukul 22.00 waktu setempat.
Sumber: http://news.detik.com/berita/210516/hujan-deras-wni-di-singapura-tetap-semangat-mencoblos
 
2. Selanjutnya, kalian sudah mendiskusikan artikel tersebut bersama anggota kelompok kalian mengenai hal-hal berikut ini!
a.    Membahasa mengenai apakah artikel tersebut?
b.   Bagaimana partisipasi masyarakat dalam kegiatan politik? Apakah sudah tinggi atau  masih rendah? Berikan penjelasan kalian!
c.    Apakah artikel tersebut sudah menunjukkan budaya politik? 
3. Tuliskan hasil diskusi di kolom komentar. 
4. Selanjutnya, pahamilah materi berikut ini.

5. Kaitkan dengan hasil diskusi yang sudah kalian ketik di kolom komentar. 
6. Apakah kalian bisa menemukan keterkaitannya?

Tugas Mandiri untuk kelas IIS 4

1. Silakan selesaikan dan kumpulkan tugas minggu sebelumnya dalam satu file dan serahkan pada bu Ririn.
2.  Untuk pelajaran hari ini, silakan cari informasi mengenai lembaga pemerintah non kementerian.
3. Informasi yang harus kalian cari sebagai berikut:
  • Dasar hukum lembaga pemerintah non kementerian.
  • Apa saja jenis lembaga pemerintah non kementerian.
  • Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, dan Susunan Organisasi dari masing-masing lembaga pemerintah non kementerian. 
4. Setelah selesai kumpulkan dalam satu file di flashdisk yang sama untuk tugas sebelumnya.
 
 
 


17 comments:

  1. Nama Kelompok : Alifia Azma Safitri
    Dina Safira
    Elisa Ivo Pratiwi
    Fenny Alfiani
    Kelas : XI IPA 1
    Artikel : 1
    a. Kekhawatiran komisi pemilihan umum (KPU) terhadap sistem pemilu 2009 di kepulauan Mentawai Sumatera Barat.
    b. Partisipasi politik masyarakat Mentawai sangat kurang atau dapat dikatakan rendah dikarenakan jauhnya jarak mengakibatkan minimnya sosialisasi. Selain itu masih banyak masyarakat yang buta huruf serta tak terbiasanya memegang pena.
    c. Belum dapat dikatakan sebagai budaya politik karena bukan merupakan suatu kebiasaan dan baru akan dilaksanakan atau diterapkan

    Jika dikaitkan berdasarkan orientasi politiknya artikel ini termasuk Parokial: lingkupnya sempit, biasanya terjadi pada masyarakat sederhana, tradisional, bersifat pasif.

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Hasil diskusi artikel 3 :

    Nama Kelompok : Anggelina Febriani
    Devi Sara’i
    Rizka Safitri
    Rukma Maya Adi Candra

    Kelas : XI IPA 1


    a. Artikel tersebut membahas tentang WNI di Singapura, untuk menggunakan hak suaranya dalam mencoblos.
    b. Partisipasi politik masyarakat dalam artikel tersebut adalah dengan rela kehujanan demi antri untuk memberikan hak suaranya. Partisipasi mereka sudah tinggi, dengan ikut mempromosikan dan membagi-bagika brosur, bahkan petugas TPS pun mengenakan pakaian ada bordiran promosi dari sponsor.
    c. Ya, karena di dalam artikel tersebut kita dapat melihat antusias masyarakat dalam memberikan hak suara untuk mencoblos.

    Dalam artikel 3 ini berdasarkan orientasi politiknya, masuk kedalam partisipan. Karena dalam artikel ini terlihat kesadaran politik yang tinggi.
    Terima Kasih
    Wassalmu'alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  3. Nama : - Alfina Ludia Putri D.
    - Firda Mutia
    - Fitria Juliyan Nada
    Kelas : XI IPA 1
    Mapel : PKn Tugas (Artikel 3)
    1. Artikel 3 membahas Kedubes Indonesia di Singapura dipenuhi ratusan WNI yang hendak memanfaatkan hak suaranya.
    2. Menurut kami partisipasi masyarakat dalam kegiatan politik ini sudah sangat tinggi. Karena semangat ratusan WNI yang hendak memanfaatkan hak suaranya sangat tinggi. Hal ini dibuktikan, mereka rela diguyur hujan dan mereka tetap bersemangat antre. Ditambah dengan sejumlah orang yang juga ikut nimbrung membagi-bagikan brosur promosi. Bahkan petugas TPS pun juga mengenakan pakaian yang ada bordiran promosi dari sponsor.
    3. Sudah termasuk budaya politik dikarenakan pemilu termasuk kedalam contoh orientasi kognitif terhadap politik.
    Hasil diskusi artikel 3 ini berkaitan dengan partisipan. Karena masyarakat mempunyai kesadaran politik yang tinggi.

    ReplyDelete
  4. Nama kelompok : Desy Nadila
    Dewi Kartika
    Winda Rosalina
    Alif Dermawan
    Kelas : XI IPA 1
    Artikel 1
    1. Mengenai KPU di Kabupaten Mentawai di Sumatra Barat.
    2. Masih rendah, karena sistem pemilu 2009 tidak dipahami warga pedalaman di Mentawai karena umumnya dana untuk sosialisasi.
    3. Artikel ini sudah termasuk budaya politik karena membahas tentang KPU di kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Dari sisi lain artikel ini belum dapat dikatakan budaya politik karena dikepulauan Mentawai masih banyak yang belum memahami tentang KPU dan di daerah pedalaman seperti pulau siberut dan pulau sipora banyak yang buta huruf dan tidak akan bisa membedakan calon legislatif.

    ReplyDelete
  5. Nama Kelompok :
    Hanna Azzahra Octaviola
    Khaterina Vonbora Situmeang
    Mega Mustika Tirtarahayu
    Tedy Kusumawinata

    Kelas :
    XI IPA 1

    Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kami ingin menjelaskan hasil dari diskusi kami tentang artikel ke2 yaitu sebagai berikut:

    A. Artikel ke2 membahas tentang Sosialisasi Pemilihan Umum 2009 bagi Suku Pedalaman Baduy.


    B.Menurut pendapat kami, partisipasi masyarakat Baduy dalam kegiatan politik masih rendah karena kurangnya kesadaran dan pemahaman suku Baduy tentang pengetahuan khususnya politik serta adat kepercayaan suku Baduy yang masih kental menyebabkan mereka menolak segala bentuk modernisasi.


    C. Sudah tetapi belum secara menyeluruh, karena bukan pertama kali bagi mereka suku Baduy melakukan pemilihan umum mereka sudah beberapa kali mendapatkan pelajaran mencontreng hal itu dapat dilihat dari tindakan dan perilaku mereka yang mengakui sistem politik walaupun menurut mereka tidak berpengaruh dalam budaya mereka sendiri.

    Menurut pendapat kami dari artikel no. 2 tersebut termasuk dalam jenis orientasi politik Parokial dan Kuala karena walaupun lingkupnya sempit dan terjadi pada masyarakat sederhana, tradisional, dan bersifat pasif tetapi sudah ada kemajuan dalam partisipasi politik.


    Itulah penjelasan dari kami, semoga bermanfaat. Terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  6. Nama Kelompok:
    Aulia Rahmi
    Bagus Adi S.
    Izza Aftia
    Putri Dwi S.
    Kelas :
    XI IPA 1

    Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kami ingin menjelaskan hasil dari diskusi kami tentang artikel ke1 yaitu sebagai berikut:

    1. Membahas tentang minimnya dana untuk sosialisasi pemilu mengakibatkan warga dipedalaman di Mentawai kurang memahami cara melaksanakan pemilu
    2. Masih rendah, karena penduduk di daerah pedalaman di Mentawai banyak yang buta huruf sehingga tidak bisa membedakan nama calon legislatif
    3. Ya, karena dalam altikel tersebut membahas tentang penduduk pedalaman Mentawai yang akan melaksanakan pemilu
    Jika dikaitkan berdasarkan orientasi politiknya artikel ini termasuk Parokial: lingkupnya sempit, biasanya terjadi pada masyarakat sederhana, tradisional, bersifat pasif

    ReplyDelete
  7. Nama Kelompok :
    - Ahmad Baihaki
    - Andi Aulia Rahman
    - Emilia Safitri
    - Fadia Asyifa Syafriana
    - Taufikkurrahman
    Kelas : XI IPA 1

    Assalammualaikum Wr. Wb.
    Kami ingin menjelaskan hasil diskusi kami tentang artikel 3 yaitu :

    1. Membahas tentang partisipasi masyarakat suku badui terhadap pemilu.

    2. Pada awalnya partisipasi masyarakat masih bisa dibilang rendah. Namun seiring berjalannya waktu dan sosialisasi-sosialisasi dari pemerintah lama kelamaan partisipasi masyarakat terhadap politik khususnya pemilu mulai meningkat.

    3. Sudah, karena pada artikel tersebut membahas tentang partisipasi masyarakt suku badui dalam pemilu.

    Menurut kami jika dikaitkan berdsarkan orientasi politiknya artikel ini termasuk orientasi politik kuala. Karena meskipun lingkupnya sempit dan masih bersifat pasif namun sudah menunjukkan kemajuan dalam partisipasi politiknya.

    Itu saja yang dapat kami sampaikan
    sekian dan terimakasih

    Wassalammualikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  8. Nama Kelompok :
    - Ahmad Baihaki
    - Andi Aulia Rahman
    - Emilia Safitri
    - Fadia Asyifa Syafriana
    - Taufikkurrahman
    Kelas : XI IPA 1

    Assalammualaikum Wr. Wb.
    Kami ingin menjelaskan hasil diskusi kami tentang artikel 3 yaitu :

    1. Membahas tentang partisipasi masyarakat suku badui terhadap pemilu.

    2. Pada awalnya partisipasi masyarakat masih bisa dibilang rendah. Namun seiring berjalannya waktu dan sosialisasi-sosialisasi dari pemerintah lama kelamaan partisipasi masyarakat terhadap politik khususnya pemilu mulai meningkat.

    3. Sudah, karena pada artikel tersebut membahas tentang partisipasi masyarakt suku badui dalam pemilu.

    Menurut kami jika dikaitkan berdsarkan orientasi politiknya artikel ini termasuk orientasi politik kuala. Karena meskipun lingkupnya sempit dan masih bersifat pasif namun sudah menunjukkan kemajuan dalam partisipasi politiknya.

    Itu saja yang dapat kami sampaikan
    sekian dan terimakasih

    Wassalammualikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Assalamu'alaikum.. Ibuu nama anggota kelompok saya kurang satu yaitu Nava Carina.. saya kira namanya sdh terbuat..

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Nama kelompok : Arrissa Dwi Suci Rahayu
    Ni Kadek Ayu D.Y
    Nova Rahmil Dayani
    Rukma Lita Adi Candra
    Kelas : Xl IPA 3

    Artikel 1
    1. Membahas mengenai apakah artikel tersebut?
    Jawab:
    Mengenai tentang kekhawatiran KPU terhadap tidak pahamnya warga pedalaman mentawai pada pemilu .

    2. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam kegiatan politik? Apakah sudah tinggi atau masih rendah? Berikan penjelasan kalian!
    Jawab:
    Partisipasi politik masyarakatnya masih minim atau rendah, dikarenakan ketidak pahaman mereka terhadap pemilu dan banyaknya penduduk yang buta huruf, sehingga tidak dapat membedakan nama calon legistatif. Selain itu, mereka juga kesulitan mencentang dengan benar karena memegang pena tidak biasa.

    3. Apakah artikel tersebut sudah menunjukkan budaya politik?
    Jawab:
    Artikel ini sudah menunjukkan adanya budaya politik. Akan tetapi, karena partisipasi masyarakat pedalaman mentawai masih rendah dan minimnya pengetahuan , menyebabkan tingkat kesalahan saat pemungutan suara jadi tinggi. Sehingga budaya politik belum begitu terlihat di daerah tersebut.

    4. Temukan keterkaitannya berdasarkan orientasi politiknya!
    Jawab:
    Artikel ini dapat dikaitkan berdasarkan orientasi politiknya yaitu Parokial. Yang mana lingkup wilayahnya masih sempit dan cenderung masih jauh dari perkotaan, tingkat pendidikannya masih rendah dan cara berfikirnya yang masih tradisional. Ini terbukti dari masyarakatnya yang masih buta huruf dan tidak terbiasanya memegang pena.

    ReplyDelete
  13. Assalamualikum wr.wb
    Kelas : XI ipa 3
    Nama Kelompok :
    Millenia Yasmine Tibiani
    Putri Lutviana Dewi
    Suliztina Nady Shaidah
    Umi Nur Khabibah
    Virgian Agustina

    Di sini kami membahas Artikel 3

    a. Membahas mengenai apakah artikel tersebut ?
    Artikel tersebut membahas mengenai antusias WNI yang berada di Negeri Singa ikut serta dalam memanfaatkan hak suaranya.

    b. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam kegiatan politik? apakah sudah tinggu atau masih rendah berikan penjelasanya?
    Partisipasi masyarakat sangatlah tinggi biarpun mereka berada di negeri orang tetapi mereka tetap mempunyai haknya untuk memberikan suara, dan walaupun dalam kedaan cuaca yang tidak mendukung mereka pun tetap bersemangat untuk antri yang dapat mengakibatkan badan mereka basah akibat keciprataan guyuran hujan.

    c. Apakah artikel tersebut sudah menunjukan budaya politik ?
    Artikel ini sudah menunjukan adanya budaya politik. karena, mungkin sebelum-sebelumya WNI sudah membudayakan hak pilihnya walau sedang berada di Negeri orang.

    d. Temukan keterkaitannya berdasarkan orentasi politiknya!
    Artikel ini dapat di kaitkan berdasarkan orientasi politik yaitu partisipan. Yang mana WNI di Negeri singa tersebut memiliki kesadaran politik yang tinggi,walaupun terkendala dengan cuaca yang tidak mendukung.

    Sekian dan terima kasih
    Wassalamualikum wr.wb

    ReplyDelete
  14. Nama Anggota Kelompok: 1. M.AL GIFARI
    2.FIRDAUS SAPUTRA

    Artikel ke2

    A. Membahasa mengenai apakah artikel tersebut?
    JAWAB :
    Membahas tentang Sosialisasi Pemilihan Umum 2009 bagi masyarakat Baduy.

    B. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam kegiatan politik? Apakah sudah tinggi atau masih rendah? Berikan penjelasan kalian!
    JAWAB:
    Menurut pendapat kami, partisipasi masyarakat Baduy dalam kegiatan politik masih rendah karena kurangnya kesadaran dan pemahaman suku Baduy tentang pengetahuan khususnya politik serta kepercayaan adat mereka melarang penggunaan listrik, kendaraan, sekolah, bantuan raskin (beras untuk rakyat miskin), dan pembangunan jalan. Masyarakat Baduy juga memilih melestarikan alam dan menolak segala bentuk modernisasi.
    C. Apakah artikel tersebut sudah menunjukkan budaya politik?
    JAWAB:
    Artikel tersebut sudah menunjukkan budaya politik, tetapi belum secara menyeluruh, karena bukan pertama kali bagi masyarakat Baduy melakukan pemilihan umum, mereka sudah beberapa kali mendapatkan pelajaran mencontreng hal itu dapat dilihat dari tindakan dan perilaku mereka yang mengakui sistem politik walaupun menurut mereka tidak berpengaruh dalam budaya mereka sendiri.

    Menurut pendapat kami dari artikel no. 2 tersebut termasuk dalam jenis Kuala (bersifat pasif, tetapi sudah mulai maju), karena walaupun lingkupnya sempit dan terjadi pada masyarakat sederhana, tradisional, dan bersifat pasif tetapi sudah ada kemajuan dalam partisipasi politik.

    ReplyDelete
  15. Nama kelompok :
    - Santi
    - Yuliatin
    Kelas : XI IPA 3
    Artikel 1

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Menurut hasil diskusi kami

    a. Membahas tentang kekhawatiran KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai diSumatera Barat tentang sistem Pemilu 2009 yang tidak dipahami masyarakat pedalaman Mentawai

    b. Partisipasi masyarakat pedalaman Mentawai masih sangat rendah dalam kegiatan politik. Hal itu dikarenakan minimnya dana untuk sosialisasi pemilu.Apalagi didaerah pedalaman seperti Pulau Siberut dan Pulau Sipora banyak masyarakat yang buta huruf.

    c. Artikel 1 sudah menunjukan budaya politik karena didaerah pedalaman juga mengikuti sistem Pemilu. Akan tetapi masih banyak masyarakat pedalaman yang buta huruf dan tidak memahami sistem Pemilu.

    Berdasarkan orientasi politiknya, artikel 1 termasuk dalam jenis Parokia yaitu Lingkupnya sempit.Biasanya terjadi pada masyarakat sederhana,tradisional. Bersifat pasif.

    ReplyDelete
  16. Nama Kelompok :
    M.Arif Rahman
    M.Ilham
    Nurussubah
    Rima Fauzi
    Kelas : XI IPA 2
    Mapel : PKN
    Artikel 2
    1. Artikel tersebut membahas tentang kurangnya partisipasi masyarakat Suku Baduy dalam pemilu.
    2. Partisipasi masyarakat Suku Baduy sangat kurang dan masih rendah, karena bagi masyarakat Suku Baduy pemilu tidaklah penting dan tidak ada manfaatnya.sebab, masyarakat Suku Baduy beranggapan bahwa kepercayaan adat yang mereka miliki lebih penting daripada pemilu.
    3. Dalam artikel tersebut tidak menunjukkan sikap Budaya Politik .
    menurut kami jika dikaitkan dalam orientasi politiknya termasuk orientasi politik Parokial. karena sikap budaya politik yang terjadi pada Suku Baduy hanya terjadi di lingkungan masyarakat Baduy saja, dan masyarakat Baduy lebih mementingkan kepercayaan adat (Tradisional) daripada kepercayaan umum.

    ReplyDelete
  17. Nama kelompok :
    - Arrisa Okta Vianda
    - Nurtiara Syafitri
    - Rini Jayanti
    Kelas : XI IPS 3

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Menurut hasil diskusi kami

    1.Membahas tentang kekhawatiran komisi pemilihan umum(kpu) kabupaten kepulauan mentawai disumatra barat mengenai sistem pemilu 2009.

    2.Masih rendah , karena faktor geografi keterjangkauan mengakibatkan masyarakat kurang pengetahuan akan budaya politik.

    3.Tidak , Karena masyarakat kepulauan mentawai disumatra barat belum menjadikan pencoblosan sebagai kebiasaan politik mereka.

    Jika dikaitkan berdasarkan orientasi politiknya artikel ini termasuk Parokial: lingkupnya sempit, biasanya terjadi pada masyarakat sederhana, tradisional, bersifat pasif.

    Sekian dan terima kasih
    Wassalamualikum wr.wb

    ReplyDelete

Note: only a member of this blog may post a comment.