Showing posts with label Kegiatan Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan Sekolah. Show all posts

Saturday, 30 July 2016

Semester Gasal 2016/2017: The Beginning

Libur telah usai. Saatnya belajar teman :)
Selamat datang para siswa baru ke SMA N I Satui!!
Selamat kalian telah berhasil mengalahkan ribuan peserta lainnya :) 
Ingat kewajiban kalian adalah belajar. Mengisi hari-hari dengan kegiatan bermanfaat dan berguna demi masa depan kalian. 
Sekolah masuk pertama kali pada tanggal 18 Juli 2016. Berdasarkan edaran dari Bapak Anies Baswedan sebelum digantikan oleh Bapak Muhadjir Effendy, para orang tua diharapkan mengantar anaknya ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah. SMA N 1 Satui juga melakukan hal yang sama. Orang tua tidak hanya sebatas mengantar, tetapi juga ikut masuk, berkenalan dengan guru, dan beramah tamah. 
Siswa baru kemudian menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tidak ada lagi MOS yang identik dengan perploncoan. Ketika flashback ke era SMA, kenangan MOS sama sekali jauh dari perploncoan. I found that moments so nice and memorable. Mungkin di sekolah lain ada yang namanya plonco-ploncoan. 
Lepas MPLS, siswa mulai dipisah berdasarkan minatnya. Apakah IPA atau IPS. Setelah dipisah, siswa kembali memilih mata pelajaran lintas minat. Yang IPA milih mapel IPS begitu sebaliknya. Konsep ini mirip dengan mata kuliah pilihan di masa perkuliahan. 
Dan akhirnya, pada minggu terakhir di bulan Juli kelas X yang menerapankan kurikulum 2013 sudah fixed siswanya. Alhamdulillah.
Untuk semester 1 Tahun Pelajaran 2016-2017 ini, saya mengajar di kelas X dan XI mata pelajaran Sosiologi dan PPKn. Alhamdulillah lagi. Dapat Sosiologi setelah setahun lamanya tidak mendapat porsi mengajar mata pelajaran Sosiologi. *Bersorak Horeee*
Okeh. Sekian intronya. Sekarang saatnya share mengenai pembelajaran PPKn dan Sosiologi. Untuk PPKn atau PKn, saya mengajar di kelas XI dan satu kelas X di IIS 4. Sebagai awalnya, di kelas PPKN XI, saya mencoba untuk lebih mengaktifkan siswa. Seperti biasa, saya memaparkan secara umum mengenai kompetensi dasar yang harus siswa kuasai. Selanjutnya saya minta siswa untuk memahami materi dan mengungkapkan kembali. 
Siswa mencoba mengungkapkan kembali budaya politik menggunakan bahasa mereka sendiri
Setiap siswa harus mampu mengungkapkan pendapatnya masing-masing
Saya senang karena antusiasme siswa dalam kegiatan belajar di kelas. Meski kadang agak paranoid ngeri ngeri sedap kalau ada pertanyaan siswa yang out of my reach. Musti banyak belajar lagi :D
Next adalah kelas Sosiologi di MIA 1 dan 2. Seperti biasa pertemuan pertama adalah perkenalan. Perkenalan diri dan perkenalan ke Sosiologi. Mari kita gunakan LCD baru sekolah, teman :) Pertama saya minta siswa untuk keluar. Melakukan pengamatan dan 'menangkap' peristiwa yang menarik perhatian mereka.Tentu saja yang berhubungan dengan Sosiologi. Setelah melakukan pengamatan, siswa berdiskusi dengan anggota kelompoknya dengan menggunakan imajinasi Sosiologi. Terakhir, mereka melakukan presentasi. 
Salah satu keunggulan Sosiologi. Imajinasi Sosiologi
Berdiskusi 1
Berdiskusi 2
Berdiskusi 3
Berdiskusi 4
Berdiskusi 5
Berdiskusi 6

Presentasi
Demikian up date kali ini sebagai awal kembali nge-blog mengenai kegiatan sekolah baik intra maupun ekstra sekolah. Optimis meski tiga jam pelajaran Sosiologi tidak akan membosankan dengan kekuatan teknologi. Amiin :) 
 

Monday, 25 January 2016

Maulidan man!

Seminggu setelah masuk, tepatnya tanggal 11 Januari 2016 bertemu, menjalani kisah cinta ini, SMA N 1 Satui menggelar peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Bukannya telat, tapi emang kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk segera menggelar hajat ini *daripada enggak hayo?*
Maulid atau peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad di Kalimantan berbeda dengan di Jawa. Seingat saya, tidak ada peringatan Maulid Nabi di sekolah *dolo zaman masih pake seragam putih abu2*, entah sekarang. Kalo di masyarakat, biasanya pengajian. Kalau di rumah, ibu biasanya bikin nasi plus lauk pauk buat nanti kenduri bersama tetangga, ada juga yang saling tukar makanan, misalnya hari ini keluarga saya yang memberi nasi plus lauk pauk ke keluarga besar dan beberapa tetangga. Nah, hari lain giliran keluarga besar yang ngasih ke keluarga saya. Semacam barter lah.
Dan di sindang a.k.a Borneo a.k.a Kalimantan, maulid nabi dirayakan dengan cara lebih keren! Ada penampilan dari kelompok nasyid yang kerennya gak kalah oke dari penampilan Big Bang di GDA kemaren *plaak*. Gaak kok, kalian lebih keren, siswa SMA N 1 Satui dari eskul Rohis. JJang!
I found them so cool! Awesome! Saya selalu suka dengan para siswa yang memiliki keterampilan tertentu. Pandai bersair, pandai menepuk *?!?!* rebana, pandai membaca Alquran, dan ada yang pandai berdakwah. Teruskan nak, kalian adalah generasi yang kami *para guru* harap akan membawa Indonesia ke zaman emas! Mengalahkan Korea Selatan dengan pasukan boyband dan girl group-nya! Baimbai Kita Kawa!!! Horas baah!
Ya sudah, masih banyak moment yang perlu saya posting. Langsung cekidot foto2nya lah…






Lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya

Saya sempat mengkerutkan dahi *emang sudah banyak sih kerutnya* ketika semua berdiri. Tiba2 ada siswa yang keliling membawa bungkusan mungil berisi permen sama irisan daun pandan. I passed that candy. 







Suka sih baunya cuma baunya mengingatkan pada bau lezat carang gesing macam ini sumber
massitta
Taklama muncul siswa lain yang membawa sebotol wangi2an. 


Kata mbak rara, pada saat itu konon Rasululloh yang menyukai bau harum datang. Untung tadi sempat nyemprot trika.

Makan!

Yang tidak boleh terlupakan dalam suatu majelis adalah makan bersama! Konsep makan bersama cocok sekali dengan kondisi anak kos! Kesempatan isi perut perbaikan gizi terbuka lebar! Sikat nak! Habiskaaan! Rusuh gakpapa asal logistik terjaga untuk seharian! Lumayan bukan?





We always need cekrek

Dalam setiap kesempatan hendaknya kita membuat kenangan. Cara paling mudah adalah dengan cekrek! 
 
 

Thursday, 5 November 2015

Sumpah Pemuda 2015

Sumpah Pemuda. Apa yang Anda pikirkan mengenai Sumpah Pemuda? Perkumpulan para pemuda dari seluruh Indonesia yang menyepakati bahwasanya kita bertanah air satu, berbangsa, dan berbahasa Indonesia? Benar. Secara umum bagi saya, perayaan hari Sumpah Pemuda adalah pengingat bahwasanya kita pemuda *masih ngaku muda dan emang muda-red* adalah penggerak pembangunan dan perubahan. Kita memahami bahwa kita berasal dari beragam latar belakang yang menyepakati Indonesia tetaplah yang utama, bukan Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Sulawesi, atau Jakarta.
Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober dengan berbagai cara. Ada yang naik gunung berniat menancapkan sang Saka Merah Putih. Ada yang nonton drama Thailand mengenai diary guru *ehem*. Dan tentu saja ada yang menggelar upacara dan kemudian perlombaan. Yeah, babe yeah! Sekolah mengadakan upacara lanjut lomba! That was AWESOME, dude!! AWESOME!!
Oke, Fixed! Hari Sumpah Pemuda akan diperingati dengan cara melaksanaken Upacara lanjut lomba. Sang Pembina OSIS sudah mewartakan bahwasanya para guru diminta memakai kebaya atau batik karena akan ada Best Costume! OKE, FIXED LAGI saya akan NYALON! NYALON JADI BUPATI TANBU! *?!?!?!* Nyalon ke salon maksudnya. Subuh berangkat, tampil maksimal agar menjadi yang berhak menyandang The Best Costume. Tapi sayang, entah kenapa gak jadi ada The Best Costume. Gagal deh nampang di Mading sekulah taman kanak-kanak paling asyik *theme song abadi*.
Lupakan best costume. Orang kita juga pake batik biasa. Begayaan doang.  
Teet! Upacara dimulai pukul 07.30 WITA. Yang menjadi Pembina adalah Pak Kepsek. Semula Pak Kepsek bertitah bahwasanya yang jadi Pembina adalah yang muda who is SAYA! *Dih!*. Jelas titah beliau kami *para guru muda* tolak mentah-mentah. Itu lebih menakutkan dari undangan MGMP ke Mantewe! Dan akhirnya Pak Kepsek yang turun gunung. Menjadi Pembina di Upacara Hari Sumpah Pemuda *fuiih. Thanks, God*

Bukan. Mereka bukan mau kondangan masal. Mereka siswa, bung!
Si Abu2 memandang penuh harapan sama lakian di depannya *e cie ciee*
Pasukan Pengibar Bendara terlihat sangat KEREN sekali!
Setelah selesai Upacara saatnya apa? Yak, benar! Makan wadai! Eh, maaf2. Saatnya Selpi! Syukur Alhamdulillah selpi kami berhasil terlaksana dengan baik berkat tongsis yang dibawa oleh siswa. Sebut saja inisialnya Haeril. Saya dan Bu Rara tidak menyangka hasil tongsis si Haeril Emezing! Kami terlihat unyu minta digampar sekali.

Memang bukan Selpi tapi tetap unyu kok *hadeh*
Senyummu mengalihkan dunia kami dari pie buah, nak :)
Teacher selpi dulu ya nak
Puas selpi2an nongkronglah kita di salah satu pojokan sambil memandang iri pada guru yang lagi asyik ngasuh anak. Kita kan juga mau diasuh, bu! *plaaak*. Di saat sedang memandang kagum pada dirinya *lagu critanya*, ada pemandangan di luar akal sehat!
Naak! Benda apa itu di kaki kalian??? Katakan Naak!!! Ibu pinjam! haha
Sudah2. Hentikan. Panggilan menjadi juri sudah terdengar. Saya dan bu Rara siap lahir batin menjadi juri yang mewakili generasi muda bersama Pak Adit yang ke depannya diganti Pak Izat karena Pak Adit di detik2 terakhir hilang entah kemana *kalimatnya panjangnya gila-gilaan*. Saat berjalan anggun nan menawan ala2 model2, muncullah sekelompok fan *hee?* yang meminta foto bareng. Sebagai artis hasil didikan dari SMEntertainment, fan service harus dikedepankan kan ya? Oke, foto dulu kita.

Coba tebak siapa yang dari agensi SM? Gaak enek. haha
Aduh. Musti perlu sentuhan editing ini! Mana pemenang edit foto kemaren? *tanya bu ririn*
Sebelum jadi juri baiknya kita abadikan venue yang akan dijadikan pergelaran akbar memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Hadiah sudah menunggu dengan manisnya
Bu Rara sama salah satu panitia, si Kada Papa :)
Akustikannya keren! Besok tolong nyanyiin full album SJ yak
Cantinya veuenya tapi kalo pake panggung hidrolik lebih cetar kali ya *emang mau konser?*
Penonton yang siap memanaskan suasana!
Daan Tadaaaa. Saatnya lomba pertama dimulai. Para perwakilan dari kelas mengirimkan wakil yang sudah disulap menjadi Pahlawan Nasional. Keren2 deh penampilan siswa! Saya sangat salut dengan kesediaan para kontestan *D’Terong Show kale ah kontestan* untuk berdandan mirip Pahlawan Nasional. Mereka mungkin tidak sadar bahwa keikutsertaan mereka dalam ajang2 seperti ini kelak akan menjadi kenangan yang tidak bisa terulang *eciee*.

Sebagian peserta lomba
Lomba mirip pahlawan dimenangkan oleh Arbain dari XI IPA 3 yang berperan sebagai Tuanku Imam Bonjol. Juara ke-2 dimenangkan oleh Purba dari XI IPA 1. Juara Ke-3 dari kelas X kayaknya yang memerankan Nyut Nyak Dien. Maaf ibu lupa, nak. Maklum kebanyakan nonton Oppa2 ini *SALAHKAN OPPA!*.
Arbain as Tuanku Imam Bonjol
Purba as RA Kartini
XXX as Cut Nyak Dien *maafkan ibu naak! Maaf tidak mengingat namamu..
Congrats, guys! Halah.
Di sela2 lomba ada acara hiburan. Tidak lain tidak bukan Stand Up Comedy! Anak2 ini kalo disuruh Stand Up semangatnya luar biasah! Kalo disuruh pake dasi sesuai aturan yang tinggal tempel doang susahnya kayak menghilangkan mati listrik dari bumi Tanbu ini.

Ramadan dari XI IPA 2 dengan Sumpah Aku Cinta Padamu-nya
Untuk memenangkan lomba semacam ini perlu trik khusus! Ente musti punya konsep yang kuat! Pakai pakaian paling ikonik! Paling mewakili sosok pahlawan, misalnya konsep yang diusung Arbain. Pakai jenggot, pakaian serba putih, pake tongkat. Itu bagus. Intinya total! Jangan setengah2 karena hasilnya nanti akan setengah2. Kurang maknyus! Kurang mantaab!
Oke, lanjut. Setelah lomba mirip artis kpop Pahlawan Nasional selesai, acara selanjutnya adalah perlombaan rangking 1. Konsepnya mengambil dari acara tipi sebut saja TransTV yang mana TransTV juga ngambil entah dari mana. Haha. Acaranya lumayan seru.
Apakah A Siwon Oppa ato B DOnghae Oppa yang baru saja wamil? *PERTANYAAAN MACAM APAAA INI???*
Lomba terakhir adalah berkaitan dengan Hulahup. Hulahup histeria katanya. Saya curiga kata histeria berasal dari teriakan hebring para suporter dan juga peserta saat membawa hulahup dari ujung satu ke ujung lainnya. *Aaaa!!! Ayooo!! Cepaaat!!! LEKASIIIII!!!* *anggap saja seperti itu*.
Mana hulahupnya??
Sambil menonton lomba hulahup histeria ada pemandangan luar biasa di seberang sana.

Kalian main apa, nak? Sepertinya kalian lapar :)
Mungkin sudah pernah saya sampaikan bahwa saya menyukai sekolah ini. Siswa tidak hanya diajarkan pengetahuan akademik, tapi juga ada berbagai kegiatan yang menjadi wadah bagi mereka untuk berekspresi. Saya tidak tahu dengan sekolah lain, di daerah lain. Dulu di sekolah saya kegiatan semacam ini kurang. Seingat saya, hari besar seperti Sumpah Pemuda diperingati dengan upacara dan dilanjutkan dengan belajar. 
Saya harap para siswa menyadari betapa beruntungnya mereka. Mereka tidak hanya belajar, tapi juga berekspresi. Mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri mereka dan juga menjadikan diri mereka berkarakter. Luar biasa bukan? :)
Daan akhirnya, postingan ini akan ditutup dengan SALAM PEMUDA HARAPAN BANGSA!!!
Member boiben mana dia? Dari agensi mana dia? *ter-boiben*