Sunday, 13 March 2016

Debat

Selamat siang menjelang sore yang panas mau ujan ini!
Menjelang UTS, saya pikir perlu pendalaman materi. Supaya ilmu yang teoritis ini menjadi aplikatif alias bisa digunakan dalam masyarakat. Oleh karena itu, saya menggelar debat antarkelompok yang merupakan interaksi antarkelompok *lintas mapel*
Debat ini berkaitan dengan materi hubungan dan organisasi internasional. Ada tiga materi debat. Yang pertama berkaitan dengan sengketa laut Cina Selatan, kedua mengenai penyerangan Amerika Serikat ke Afganistan untuk menggempur Al Qaeda. Ketiga mengenai tema yang lagi happening, bantuan dari UNDP untuk LGBT Lepet Gethuk Bolen Tahu
Debat ini sejatinya tidak mencari pihak mana yang menang, apakah yang kontra atau yang pro dengan tiap2 materi, tapi mencari fakta atau memahami suatu peristiwa. Memang akan ada kelompok yang diuntungkan dalam materi tertentu, misalnya serangan Amerika Serikat. Mau dengan alasan apapun, Amerika Serikat tidak diperbolehkan menyerang seenak udelnya sendiri. Mereka kan berada di bawah PBB. Tujuan PBB jelas memelihara perdamaian dunia, memastikan negara2 hidup berdampingan. Amerika Serikat sebagai anggota PBB sekaligus dewan keamanan tetap PBB tidak boleh menunjukkan kesewenang-wenangan meski berlindung dibalik alasan mencari biang kerok kasus pembajakan pesawat lanjut penabrakan WTC dan Pentagon. 
Selama debat, seingat saya, saya beberapa kali terkesima terpesona dan tertegun dengan beberapa alibi siswa. Cuma sayang saking lamanya jadi lupa argumen siswa. Sepertinya daya ingat teacher agak terganggu akibat kebanyakan capcin *salahkan capcin*. Seperti apa debatnya? Lets see :)
Suasana diskusi menjelang debat
Marleni tampil sebagai moderator untuk kelompok pertama

Sesi pertama debat siap
Seingat saya, pendapat Rizki bagus. Cuma ya itu, lupa. Haha
Kali ini ketua kelas Haeril yang jadi moderator. Gak cakep karena dasinya ditelantarkan :(
Nanda cs bersiap menelurkan *!?!?!?* pendapatnya
Didengarkan dengan saksama oleh Islam dkk
Suasana makin memanas sodaraaa!
Kelompok kedua sibuk mempertahankan argumennya masing-masing
Melissa tampil sebagai moderator

Penonton masih adem ayem
Dan akhirnya...PECAH. Mulai rusuh
Duduk biar agak ademan
IPS 3 siap menyaksikan debat secara langsung

Jangan ber-Apa Loe, Apa Loe lo yaa..
Ngebahas amerika serikat gak kalah menarik dengan membahas drama terbaru ya, nak
Debat tidak tertib karena ada yang tidak pake dasi #gaksuka
Secara keseluruhan, debat oke. Cuma karena ada kelas yang debatnya mendadak jadi kurang kuat argumennya. Siswa kurang mampu mengeluarkan argumen yang menguatkan posisi mereka. Lain kali harus dipersiapkan dengan saksama. Kalo perlu diliput MetroTV! Haha. Amin. 
Bagaimana dengan materi debat? Gak perlu dibahas ini? *monolog*. Seyogya dan sesolonya perlu dibahas. Tapi next :) 

Saturday, 5 March 2016

Explain that words, please


Setelah curhat colongan di update sebelumnya saya ingin menyampaikan *bahasanya aduhai resminya* mengenai variasi pembelajaran yang lain. Metode ini sudah pernah saya pakai, tapi untuk kali ini ada perbedaanya.
Eat bulaga. Komunikata. Dua kuis di televisi itu yang menjadi inspirasi saya. Kali ini mainnya gak secara individu, tetapi secara berkelompok. Jadi setiap kelompok akan menunjuk wakilnya. Wakil ini yang akan memberi clue kepada teman satu kelompoknya mengenai kata-kata yang harus mereka tebak. 
Sayangnya, dari beberapa kelas yang melakukan permainan ini, hanya satu kelas yang fotonya masih ada, yaitu kelas IPS 1. Sepertinya saya lupa mengabadikan foto di kelas lain.

Cakepnya kalo pada rapi barisnya macam ini.
Rayhanoor dan Sahri berusaha sekuat tenaga memberikan petunjuk yang akan ditebak teman sekelompoknya
Yaah, karena cuma dua foto itu yang masih ada di hape, saya sudahi update-an kali ini :)

Refleksi

Setiap kelas punya karakteristik masing2. Begitu pula dengan siswa. Inilah seninya jadi guru. Punya member siswa sebanyak 30an per kelas. PER KELAS! Kepala jadi pening seketika kalo musti nurutin kata Menteri Anies,"tanya kepada siswa pembelajaran yang mereka inginkan," #sayapening 
Solusinya gimana? Ya, banyakin saja variasi dalam pembelajaran. Oke bisa diterima, tapi variasi dalam pembelajaran juga perlu respons dari siswa. Artinya, siswa juga berperan aktif dalam pembelajaran. Akan repot kalo guru sudah melakukan variasi, siswanya adem adem aja, tidak mau berperan aktif. Trus maunya apa nih kira-kira? Apa maunya yang penting nyaman lah bu ae? Hah. Emang sekolah situ? Emang sekolah ini cuma sambilan daripada gak ngapa2in di rumah? Yang penting ada kegiatan di pagi hari gitu? Atau sekadar ngejalani salah satu proses dalam kehidupan? Wow SUPER SEKALI!
Sangat tidak bijaksana kalo kita bersikap egois. Misalnya saya selaku guru hanya akan mengajar. Toh, saya juga dibayar mau gimanapun cara mengajar saya. Dateng, minta siswa ngerjain LKS, saya nonton drama toh juga gak ada masalah, bukan? Trus siswa juga seenaknya sendiri. Masuk telat. Gak ikut dalam pembelajaran dengan berbagai alasan, gak ngerjain tugas. Ribut. Yang penting nyaman barataan lah. Berelaan. Tapi apa itu yang sama2 kita inginkan? Saya beberapa kali mungkin sudah menyampaikan bahwa siswa adalah generasi penerus. Di tangan generasi peneruslah kelangsungan negara ini berada. Saya ngeri ngebayangin Indonesia bakalan bubar kalo dipegang sama generasi bermental mafia. Aiiih, ibu sereem amat. Nggak. Kita optimis dengan pendidikan di Indonesia. Percaya bahwa masih banyak siswa yang baik. Siswa yang sama2 mau maju dan bekerja sama dalam hal positif.
Di IPA 1 sudah saya sampaikan siswa gak usah ambisius menghafalkan semua materi. Saya tidak mengingkan siswa mampu menghafalkan materi sama persis sampai ke titik koma-nya suatu materi. Bagi saya, siswa yang kelak berpartisipasi aktif dalam pemilu sudah cukup. Siswa yang nyeletuk,"Oh, itu kerja sama bilateral bidang ekonomi,"saat melihat tayangan di televisi mengenai kerja sama Indonesia dan Inggris. Atau siswa yang mampu menjadi pelopor masyarakat madani. Mengedepankan toleransi, siap bekerja sama dengan orang lain, siap menerima kritik, bersikap ksatria, dan tentu saja menjadi orang yang tidak mudah terprovokasi. 
Negara kita banyak orang pandai, tapi masih saja kita menemukan peristiwa bobroknya mental seseorang. Saya bukan lah orang alim, saya masih banyak pula kekurangan. Tapi paling tidak ada keinginan untuk tidak membuat kondisi menjadi lebih buruk. 
Ketika engkau tidak mampu memperbaiki suatu keadaan, janganlah membuatnya menjadi lebih buruk. 
Saya setuju dengan pemikiran para ahli yang menyebutkan karakter itu sangat penting. Kepribadian, karakter, dan sikap baik lah yan menjadi permasalahan di negara kita. Meskipun karakteristik siswa itu beragam, saya pikir memiliki sikap baik wajib dimiliki oleh semua siswa. 
Saya diam bukan berarti saya tidak tahu. Ada kalanya diam itu memberi kesempatan kepada siswa untuk berubah atau untuk tidak lagi mengulangi sikap negatifnya. Kalo masih saja bersikap negatif? Ada kekuatan lebih besar yang akan mengurusnya bukan? :)

Thursday, 25 February 2016

Rotating Roles

What is Rotating roles? 
Rotating roles adalah cara istimewa *hak hak hak* *penggemarcherrybelle* dalam memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik unuk melatih kecakapan melalui bermain peran tentang situasi kehidupan yang nyata.
Sebenarnya untuk aturan mainnya berbeda dengan yang saya terapkan, ya pake modifikasi dikit lah. Motor aja pake modifikasi masak metode pembelajaran enggak? Ya gak?? 
Kalau dalam Sosiologi namanya Role Playing. Bermain peran. Rotating roles ala kelas saya adalah memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menyampaikan materi tertentu dengan berbagai metode. Sesuai kreativitas siswa. Dengan berbagai pertimbangan, tidak semua kelas saya terapkan metode ini. Hanya kelas XI IPA 3 dan XI IPS 2  yang berkesempatan untuk menggunakan metode ini. Untuk kelas lain ada metode lain yang saya gunakan, misalnya tebak kata, membuat makalah, presentasi, dan membuat tugas sebagai pendalaman.
Dan ketika tiba waktunya untuk tampil, saya takjub dengan performa dua kelompok awal dari IPA 3. Kelompok pertama menyampaikan materi dengan konsep talk show! Ini keren! AWE to the SOME! A.W.E.S.O.M.E! Dapet ide dari mana coba Arin cs ini? Apakah sebelumnya mereka menonton Radio Star? Ato Happy Together? Ato Mata Najwa? Entah. Yang jelas penampilan perdana ini membuat saya bahagia. Kelompok pertama menjelaskan mengenai pengertian Perjanjian Internasional #TeacherBangga
 




Penampilan kedua tidak kalah kerennya! Mereka menjadi model dari materi yang akan mereka jelaskan, yaitu mengenai subjek perjanjian internasional. Ada berapa anak2 subjek perjanjian internasional? Iya, hitung sendiri, jangan membuat ibu Rara menangis. Saya suka dengan ke-all out-an kelompok kedua ini. Mereka memakai wardrobe yang menunjukkan ciri khas mereka. Ada yang pake jubah, berdandan ala Paus di Vatikan. Ada yang berpenampilan pemberontak lengkap dengan pistol dan kupluknya.



Kelompok berikutnya juga menggunakan konsep talkshow. 





Selanjutnya kelompok Muhlis dkk yang menjelaskan mengenai tahap2 perjanjian internasional. Penampilan kelompok ini oke juga. Mereka memperagakan ketika para perwakilan diplomatik membuat perjanjian internasional dengan negara lain.




Kelompok berikutnya dimotori oleh Nico. Doi berperan sebagai anchor alias pembawa berita. Konsep mereka adalah laporan dari TKP.




Kelompok terakhir di-host-in oleh Septarian. Kembali dengan konsep talkshownya.


Naah, kita sudah melihat penampilan dari IPA 3 sekarang kita lihat aksi dari IPS 2. Kelas IPS 2 belum semua kelompok maju. Ntar deh ditambahkan. Kelompok pertama menampilkan kegiatan belajar di kelas.



Kelompok berikutnya semacam talkshow yang mengundang dosen dari beberapa universitas terkenal.



Kelompok selanjunya menayangkan video. Videonya akan lebih oke kalau pake suara. 
 Ini hasil capture dari video yang ditampilkan oleh Eka dkk
Kelompok selanjutnya menggunakan konsep reporter-reporteran *?!?!* sekaligus melaporkan kondisi terkini dari pengesahan perjanjian.

Sugo haseyo, hakseng. Good job, nak! 
I'm soo proud of them. Para siswa melakukan tugasnya dengan baik dan semangat. Saya senang dengan semangat yang mereka tunjukkan. Antusiasme dan keinginan kalian untuk melaksanakan pembelajaran dengan sebaik-baiknya membuat teacher pengen makan es krim connelo yang lagi promo di Alfamart, nak!