Menurut Anita Moultrie Turner (2008:3), setiap siswa memiliki keunikan masing-masing. Berdasarkan kondisi tersebut, salah satu syarat utama pembelajaran adalah mencintai siswa dengan segala keunikan dan potensi masing-masing. Salah satu potensi yang terlihat pada siswa di SMA N 1 Satui adalah melakukan Open Mic.
Menurut Wikipedia yang diakses pada tanggal 1 November 2015, pengertian Open Mic sebagai berikut.
Menurut Wikipedia yang diakses pada tanggal 1 November 2015, pengertian Open Mic sebagai berikut.
Open Mic or open mike (derived from open microphone) is a live show where audience members may perform at the microphone. Usually, the performers sign up in advance for a time slot with the host or master of ceremonies. These events are typically focused on performance arts like poetry and the spoken word, music, and comedy.
Pengertian tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: Open Mic atau Open Mike
yang didapat dari kata Open Microphone adalah pertunjukan langsung
dimana terdapat penonton mempertunjukkan kemampuannya melalui mikrofon.
Biasanya, penampil mempertontonkan kemampuan mengolah kata dalam waktu
tertentu yang diberikan oleh mc suatu acara. Kegiatan semacam ini
berfokus pada penampilan seni seperti membaca puisi, pidato, musik, dan
komedi.
Menurut Pandji Pragiwaksono, salah satu comic Indonesia, Open Mic adalah acara yang biasa digelar kafe-kafe komedi untuk para pemula yang ingin mencoba kemampuannya dalam melakukan Stand Up Comedy. Apakah perbedaan Open Mic dan Stand Up Comedy? Dari penjelasan Pandji sudah jelas terlihat perbedaannya bahwa Open Mic adalah ajang coba-coba untuk ke depannya melakukan Stand Up Comedy yang identik dengan sisi komersial.
Gagah Raditya, Koordinator Tertawa Sebentar, salah satu komunitas Stand Up Comedy menjelaskan bahwa Stand Up Comedy dikenal sejak abad XVIII di Eropa dan Amerika Serikat. Orang yang melakukan Stand Up Comedy dinamakan Stand Up Comic atau Comic (komika). Para comic biasanya menyampaikan cerita humor, lelucon pendek, atau kritik berupa sindiran dengan berbagai gaya dan gerakan yang dapat didukung dengan penggunaan alat peraga dan membuat catatan kecil.
Beberapa siswa SMA N 1 Satui rupanya memiliki ketertarikan lebih pada kegiatan Open Mic. Beberapa saat sebelum liburan semester 1, saya dan dua guru baru, yaitu Rara dan Ririn ke Kedai Katiga atau Katelu *?!?!* untuk melihat penampilan mereka. Beberapa nama seperti Yutha, Insani, Ansar, Arif, dan Forwanto tampil. Mereka melakukan Open Mic sesuai dengan urutan panggilan dari MC yang juga seorang Comic, yaitu Ramadan. Sebenarnya Ansar tidak ada schedule *pesawat kali* Open Mic, tapi karena special rikues dari Teacher Ririn, majulah doi dengan gagah berani siap lahir batin.
Gagah Raditya, Koordinator Tertawa Sebentar, salah satu komunitas Stand Up Comedy menjelaskan bahwa Stand Up Comedy dikenal sejak abad XVIII di Eropa dan Amerika Serikat. Orang yang melakukan Stand Up Comedy dinamakan Stand Up Comic atau Comic (komika). Para comic biasanya menyampaikan cerita humor, lelucon pendek, atau kritik berupa sindiran dengan berbagai gaya dan gerakan yang dapat didukung dengan penggunaan alat peraga dan membuat catatan kecil.
Beberapa siswa SMA N 1 Satui rupanya memiliki ketertarikan lebih pada kegiatan Open Mic. Beberapa saat sebelum liburan semester 1, saya dan dua guru baru, yaitu Rara dan Ririn ke Kedai Katiga atau Katelu *?!?!* untuk melihat penampilan mereka. Beberapa nama seperti Yutha, Insani, Ansar, Arif, dan Forwanto tampil. Mereka melakukan Open Mic sesuai dengan urutan panggilan dari MC yang juga seorang Comic, yaitu Ramadan. Sebenarnya Ansar tidak ada schedule *pesawat kali* Open Mic, tapi karena special rikues dari Teacher Ririn, majulah doi dengan gagah berani siap lahir batin.
![]() |
| Arif |
![]() |
| Insani |
![]() |
| Anshar |
![]() |
| 4-1-to alias Forwanto |
![]() |
| Yutha *?!?!* Haha. Anggap saja Yutha masa depan. Lupa ambil foto. |
Aktivitas Open Mic yang berdasarkan metode Everyone is a Teacher Here merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara langsung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan guru menyusun materi yang akan dijadikan bahan untuk Open Mic. Pada awalnya guru membimbing siswa untuk membuat bahan Open Mic. Ke depannya, siswa yang akan membuat bahan sendiri, sama ketika siswa melakukan remedial dengan cara Open Mic. Bimbingan guru masih tetap diperlukan agar bahan Open Mic tetap berada di jalurnya. Dalam arti tidak menyimpang dari materi pelajaran sekaligus terhindar dari komedi tidak sopan.
![]() |
| Comic cewek: Ayie Koppa |
![]() |
| Insani (lagi) |
![]() |
| Ramadan |
Siswa yang melakukan Open Mic dapat dikatakan belajar dengan melakukan (learning by doing). Sementara itu, bagi teman-teman yang menonton, mereka bisa memperkuat ingatan terhadap materi tertentu sekaligus sebagai hiburan. Konsep ini saya pikir baik karena siswa terhindar dari kejenuhan saat di kelas. Kedepannya saya harap ada bakat2 lain yang keluar, misalnya pantomim mungkin? Hehe.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan saya rasa cocok menjadi bahan Open Mic karena berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, kehidupan kita sehari-hari. Ketika siswa melakukan Open mic, siswa dapat mengasah daya pikir kritisnya untuk membuat candaan dalam balutan materi. Open Mic yang dilakukan oleh siswa akan menjadi penguat dari pemaparan informasi saat pembelajaran di kelas, sehingga siswa akan terus bersemangat saat melakukan kegiatan belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan saya rasa cocok menjadi bahan Open Mic karena berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, kehidupan kita sehari-hari. Ketika siswa melakukan Open mic, siswa dapat mengasah daya pikir kritisnya untuk membuat candaan dalam balutan materi. Open Mic yang dilakukan oleh siswa akan menjadi penguat dari pemaparan informasi saat pembelajaran di kelas, sehingga siswa akan terus bersemangat saat melakukan kegiatan belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
So, would u like to open mic again, students?








This comment has been removed by the author.
ReplyDeletev(-_-v) masa saya gk difoto bu , tega bener ..
ReplyDeletelupa yutha..maaf :))
ReplyDelete