Friday, 19 February 2016

Rangking Satu: Benar Salah

Kata Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan pembelajaran di kelas haruslah menyenangkan. Pembelajaran menyenangkan bisa diartikan siswa tidak seperti belajar tetapi ternyata belajar. *duh, confusing ma'am*. Sebagai anak buah yang taat pada atasannya, yaitu Pak Anies Baswedan, teacher akan mencoba menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. 
Apakah sebenarnya yang dimaksud Pak Anies dengan pembelajaran menyenangkan? Mari kita cekidot keterangan dari website resmi kemendikbud check here

Sekolah merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak kepada seluruh lembaga pendidikan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan. Hal tersebut seperti yang dituliskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, dalam konsep yang telah dibuat untuk menjadikan sekolah sebagai taman. 
"Taman ini adalah tempat yang menyenangkan. Untuk itu, inilah yang diharapkan menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan"
Konsep sekolah menyenangkan ini, kata Mendikbud, dimulai dari peran guru dan kepala sekolah. Dengan begitu, konsep sekolah menyenangkan tidak boleh diasosiasikan dengan tempat pembelajaran yang mewah dan mahal. Suasana menyenangkan dapat muncul ketika seorang pendidik dapat membawakan suasana belajar yang tidak menegangkan, dan menerapkan berbagai pola pembelajaran yang menyenangkan. 
Pendidik dapat menanyakan kepada siswa, pola pembelajaran seperti apa yang diharapkan. Dengan adanya keterlibatan siswa ini, Mendikbud mengatakan, suasana pembelajaran di sekolah akan lebih kondusif. Bila siswa merasakan nyaman dalam proses belajar di sekolah, Mendikbud meyakini prestasi para siswa tersebut akan lebih meningkat. 
"Tidak boleh terlupakan, selain sekolah juga sebagai tempat belajar yang menyenangkan, juga sekolah harus dapat menunjukan sebagai tempat belajar yang berintegritas. Guru dan kepala sekolah dapat menjadi teladan bagi para siswa," pesan Mendikbud

Naah, seperti itulah proses belajar yang menyenangkan. Tidak menegangkan *teacher banget* dan menerapkan berbagai pola pembelajaran yang menyenangkan*apalagi ini*. Haha. Maaf, siswa kalau menegangkan itu sudah a gift dari sononya. Maafkan teacher yang tidak pandai berpandir *EHEM* dan hanya bisa berkata2 melalui tulisan *Makin EHEEEM*. 
Tapi, untuk kalimat:
Pendidik dapat menanyakan kepada siswa, pola pembelajaran seperti apa yang diharapkan
Sorry Minister, ini bisa memusingkan. Siswa di kelas itu mencapai 30an. Kalau saya tanya maunya cara belajarnya gimana, sudah dapat dipastikan kondisi akan rusuh dan saya akan mabok dengan keinginan para siswa. Ada yang minta pembelajaran di kelas. Ada yang minta keluar agar bebas lepas dan bisa menyanyikan "I'm Free! I'm free! I'm free like a bird like no one control me!". Ada juga yang suka berkelompok. Ada yang maunya disediain snack sama minuman. Emm, yang terakhir dari usul dari teacher pribadi. 
Yaa, biar sama2 enak. Ya bisa menguasai kompetensi dan sekaligus menyenangkan, pembelajaran dikelas akan diusahakan bervariasi *diusahakan*. Salah satunya menggunakan metode permainan Rangking Satu: Benar Salah pada Minggu ke-3 bulan Januari 2016. Untuk materi mengenai Perjanjian Internasional, setelah penjelasan dari teacher, siswa diminta untuk memperdalam pemahaman materi Perjanjian Internasional dengan cara membaca sendiri untuk kemudian melakukan permainan Rangking Satu: Benar Salah. 
Aturan mainnya gampang. Siswa membuat kertas bertuliskan huruf B untuk Benar dan S untuk Salah. Setelah mendengar pertanyaan dari teacher, siswa mengangkat kertas bertuliskan B atau S. Yang salah menjawab harus OUT! AOUUUUT! *biasa aja, ma'am*.
Konsekuensinya? Ya kalau siswa menjawab salah pada pertanyaan pertama mendapat kehormatan untuk membuat soal + jawaban sebanyak 30 soal saja. Haha. So fun yaa?  Salah satu siswa, Manosor dari kelas XI IPA 1 berniat memasang hastag #KamiTidakTakut setelah mendengar konsekuensi tersebut. Maaf nak, teacher #TidakPeduli *haha*. Saya selalu suka dengan celotehan lucu tapi juga cerdas, bukan celotehan gak penting dan bikin krik krik. Mari kita menjalin komunikasi serta hubungan sehat, menyenangkan, dan tidak membuat kecewa, nak. Hidup kan hanya sekali, sama-sama manusia juga, mari berbuat baik dan tidak menyakiti orang lain. Semoga tidak ada yang tersakiti atau sedih. Amiin. Dan Kalau ada yang tidak sreg di hati, tolong diutarakan agar tidak ada yang mengganjal di hati. Teacher kan bukan Do Min Joon yang bisa membaca pikiran. Teacher juga manusia biasa yang bisa salah, begitu juga siswa. Soo mari terapkan Keterbukaan dan Keadilan :)
Okeh! Mari kita lihat suasana ketika permainan dilakukan. 
IPA 1 belajar dulu agar makin siap bermain
Yang kalah mundur! MUNDUR dari dunia ini! *eh?
Hey, IPS 3 angkat tinggi2 jawaban kalian, nak
Gak usah tengak-tengok. Yang lain juga belum tentu benar *teacher galak ih*

Best four!
mereka bukan penonton bayaran kan? *Lala yeyeye*
Detention. Nulis soal+jawaban. Tapi itu dasinya nak! DASINYAAAAA!

IPA 2 juga belajar dulu
Ciee yang bener ciee

Ciee yang salah jawab dan ntar nulis soal ciee
Berebut foto sama pemenang IPS 1

Yakin jawabannya benar?
Yang pake rexona semangat bener angkat jawabannya
Selain nulis soal+jawaban, IPA 3 juga perform kalau salah menjawab soal
Ada siswa yang pengen hukuman bikin Doodle aja. Oke nak. Doodle mu keren, nak! Menghias binder teacher. Terimakasih Melisa IPA 3. Hayo yang lain, sapa mau memberi hiasan di binder teacher?
IPS 2 juga beraksi. Bagian cewek
Aksi IPS 2. Bagian cowok plus cewek di belakang
Postingan ini sebetulnya telat pake banget. Ini sudah Februari akhir, sebentar lagi Maret dan UTS. Soo, students prepare yourself! 
Bonus everyone, maafkan teacher Bain, Putri :)
Foto yang meme-able sekali. Sayang kalo dianggurin.


No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.