Thursday, 25 February 2016

Rotating Roles

What is Rotating roles? 
Rotating roles adalah cara istimewa *hak hak hak* *penggemarcherrybelle* dalam memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik unuk melatih kecakapan melalui bermain peran tentang situasi kehidupan yang nyata.
Sebenarnya untuk aturan mainnya berbeda dengan yang saya terapkan, ya pake modifikasi dikit lah. Motor aja pake modifikasi masak metode pembelajaran enggak? Ya gak?? 
Kalau dalam Sosiologi namanya Role Playing. Bermain peran. Rotating roles ala kelas saya adalah memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menyampaikan materi tertentu dengan berbagai metode. Sesuai kreativitas siswa. Dengan berbagai pertimbangan, tidak semua kelas saya terapkan metode ini. Hanya kelas XI IPA 3 dan XI IPS 2  yang berkesempatan untuk menggunakan metode ini. Untuk kelas lain ada metode lain yang saya gunakan, misalnya tebak kata, membuat makalah, presentasi, dan membuat tugas sebagai pendalaman.
Dan ketika tiba waktunya untuk tampil, saya takjub dengan performa dua kelompok awal dari IPA 3. Kelompok pertama menyampaikan materi dengan konsep talk show! Ini keren! AWE to the SOME! A.W.E.S.O.M.E! Dapet ide dari mana coba Arin cs ini? Apakah sebelumnya mereka menonton Radio Star? Ato Happy Together? Ato Mata Najwa? Entah. Yang jelas penampilan perdana ini membuat saya bahagia. Kelompok pertama menjelaskan mengenai pengertian Perjanjian Internasional #TeacherBangga
 




Penampilan kedua tidak kalah kerennya! Mereka menjadi model dari materi yang akan mereka jelaskan, yaitu mengenai subjek perjanjian internasional. Ada berapa anak2 subjek perjanjian internasional? Iya, hitung sendiri, jangan membuat ibu Rara menangis. Saya suka dengan ke-all out-an kelompok kedua ini. Mereka memakai wardrobe yang menunjukkan ciri khas mereka. Ada yang pake jubah, berdandan ala Paus di Vatikan. Ada yang berpenampilan pemberontak lengkap dengan pistol dan kupluknya.



Kelompok berikutnya juga menggunakan konsep talkshow. 





Selanjutnya kelompok Muhlis dkk yang menjelaskan mengenai tahap2 perjanjian internasional. Penampilan kelompok ini oke juga. Mereka memperagakan ketika para perwakilan diplomatik membuat perjanjian internasional dengan negara lain.




Kelompok berikutnya dimotori oleh Nico. Doi berperan sebagai anchor alias pembawa berita. Konsep mereka adalah laporan dari TKP.




Kelompok terakhir di-host-in oleh Septarian. Kembali dengan konsep talkshownya.


Naah, kita sudah melihat penampilan dari IPA 3 sekarang kita lihat aksi dari IPS 2. Kelas IPS 2 belum semua kelompok maju. Ntar deh ditambahkan. Kelompok pertama menampilkan kegiatan belajar di kelas.



Kelompok berikutnya semacam talkshow yang mengundang dosen dari beberapa universitas terkenal.



Kelompok selanjunya menayangkan video. Videonya akan lebih oke kalau pake suara. 
 Ini hasil capture dari video yang ditampilkan oleh Eka dkk
Kelompok selanjutnya menggunakan konsep reporter-reporteran *?!?!* sekaligus melaporkan kondisi terkini dari pengesahan perjanjian.

Sugo haseyo, hakseng. Good job, nak! 
I'm soo proud of them. Para siswa melakukan tugasnya dengan baik dan semangat. Saya senang dengan semangat yang mereka tunjukkan. Antusiasme dan keinginan kalian untuk melaksanakan pembelajaran dengan sebaik-baiknya membuat teacher pengen makan es krim connelo yang lagi promo di Alfamart, nak! 

Friday, 19 February 2016

Rangking Satu: Benar Salah

Kata Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan pembelajaran di kelas haruslah menyenangkan. Pembelajaran menyenangkan bisa diartikan siswa tidak seperti belajar tetapi ternyata belajar. *duh, confusing ma'am*. Sebagai anak buah yang taat pada atasannya, yaitu Pak Anies Baswedan, teacher akan mencoba menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. 
Apakah sebenarnya yang dimaksud Pak Anies dengan pembelajaran menyenangkan? Mari kita cekidot keterangan dari website resmi kemendikbud check here

Sekolah merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak kepada seluruh lembaga pendidikan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan. Hal tersebut seperti yang dituliskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, dalam konsep yang telah dibuat untuk menjadikan sekolah sebagai taman. 
"Taman ini adalah tempat yang menyenangkan. Untuk itu, inilah yang diharapkan menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan"
Konsep sekolah menyenangkan ini, kata Mendikbud, dimulai dari peran guru dan kepala sekolah. Dengan begitu, konsep sekolah menyenangkan tidak boleh diasosiasikan dengan tempat pembelajaran yang mewah dan mahal. Suasana menyenangkan dapat muncul ketika seorang pendidik dapat membawakan suasana belajar yang tidak menegangkan, dan menerapkan berbagai pola pembelajaran yang menyenangkan. 
Pendidik dapat menanyakan kepada siswa, pola pembelajaran seperti apa yang diharapkan. Dengan adanya keterlibatan siswa ini, Mendikbud mengatakan, suasana pembelajaran di sekolah akan lebih kondusif. Bila siswa merasakan nyaman dalam proses belajar di sekolah, Mendikbud meyakini prestasi para siswa tersebut akan lebih meningkat. 
"Tidak boleh terlupakan, selain sekolah juga sebagai tempat belajar yang menyenangkan, juga sekolah harus dapat menunjukan sebagai tempat belajar yang berintegritas. Guru dan kepala sekolah dapat menjadi teladan bagi para siswa," pesan Mendikbud

Naah, seperti itulah proses belajar yang menyenangkan. Tidak menegangkan *teacher banget* dan menerapkan berbagai pola pembelajaran yang menyenangkan*apalagi ini*. Haha. Maaf, siswa kalau menegangkan itu sudah a gift dari sononya. Maafkan teacher yang tidak pandai berpandir *EHEM* dan hanya bisa berkata2 melalui tulisan *Makin EHEEEM*. 
Tapi, untuk kalimat:
Pendidik dapat menanyakan kepada siswa, pola pembelajaran seperti apa yang diharapkan
Sorry Minister, ini bisa memusingkan. Siswa di kelas itu mencapai 30an. Kalau saya tanya maunya cara belajarnya gimana, sudah dapat dipastikan kondisi akan rusuh dan saya akan mabok dengan keinginan para siswa. Ada yang minta pembelajaran di kelas. Ada yang minta keluar agar bebas lepas dan bisa menyanyikan "I'm Free! I'm free! I'm free like a bird like no one control me!". Ada juga yang suka berkelompok. Ada yang maunya disediain snack sama minuman. Emm, yang terakhir dari usul dari teacher pribadi. 
Yaa, biar sama2 enak. Ya bisa menguasai kompetensi dan sekaligus menyenangkan, pembelajaran dikelas akan diusahakan bervariasi *diusahakan*. Salah satunya menggunakan metode permainan Rangking Satu: Benar Salah pada Minggu ke-3 bulan Januari 2016. Untuk materi mengenai Perjanjian Internasional, setelah penjelasan dari teacher, siswa diminta untuk memperdalam pemahaman materi Perjanjian Internasional dengan cara membaca sendiri untuk kemudian melakukan permainan Rangking Satu: Benar Salah. 
Aturan mainnya gampang. Siswa membuat kertas bertuliskan huruf B untuk Benar dan S untuk Salah. Setelah mendengar pertanyaan dari teacher, siswa mengangkat kertas bertuliskan B atau S. Yang salah menjawab harus OUT! AOUUUUT! *biasa aja, ma'am*.
Konsekuensinya? Ya kalau siswa menjawab salah pada pertanyaan pertama mendapat kehormatan untuk membuat soal + jawaban sebanyak 30 soal saja. Haha. So fun yaa?  Salah satu siswa, Manosor dari kelas XI IPA 1 berniat memasang hastag #KamiTidakTakut setelah mendengar konsekuensi tersebut. Maaf nak, teacher #TidakPeduli *haha*. Saya selalu suka dengan celotehan lucu tapi juga cerdas, bukan celotehan gak penting dan bikin krik krik. Mari kita menjalin komunikasi serta hubungan sehat, menyenangkan, dan tidak membuat kecewa, nak. Hidup kan hanya sekali, sama-sama manusia juga, mari berbuat baik dan tidak menyakiti orang lain. Semoga tidak ada yang tersakiti atau sedih. Amiin. Dan Kalau ada yang tidak sreg di hati, tolong diutarakan agar tidak ada yang mengganjal di hati. Teacher kan bukan Do Min Joon yang bisa membaca pikiran. Teacher juga manusia biasa yang bisa salah, begitu juga siswa. Soo mari terapkan Keterbukaan dan Keadilan :)
Okeh! Mari kita lihat suasana ketika permainan dilakukan. 
IPA 1 belajar dulu agar makin siap bermain
Yang kalah mundur! MUNDUR dari dunia ini! *eh?
Hey, IPS 3 angkat tinggi2 jawaban kalian, nak
Gak usah tengak-tengok. Yang lain juga belum tentu benar *teacher galak ih*

Best four!
mereka bukan penonton bayaran kan? *Lala yeyeye*
Detention. Nulis soal+jawaban. Tapi itu dasinya nak! DASINYAAAAA!

IPA 2 juga belajar dulu
Ciee yang bener ciee

Ciee yang salah jawab dan ntar nulis soal ciee
Berebut foto sama pemenang IPS 1

Yakin jawabannya benar?
Yang pake rexona semangat bener angkat jawabannya
Selain nulis soal+jawaban, IPA 3 juga perform kalau salah menjawab soal
Ada siswa yang pengen hukuman bikin Doodle aja. Oke nak. Doodle mu keren, nak! Menghias binder teacher. Terimakasih Melisa IPA 3. Hayo yang lain, sapa mau memberi hiasan di binder teacher?
IPS 2 juga beraksi. Bagian cewek
Aksi IPS 2. Bagian cowok plus cewek di belakang
Postingan ini sebetulnya telat pake banget. Ini sudah Februari akhir, sebentar lagi Maret dan UTS. Soo, students prepare yourself! 
Bonus everyone, maafkan teacher Bain, Putri :)
Foto yang meme-able sekali. Sayang kalo dianggurin.


Saturday, 13 February 2016

Everyone is a teacher here: Open mic

Menurut Anita Moultrie Turner (2008:3), setiap siswa memiliki keunikan masing-masing. Berdasarkan kondisi tersebut, salah satu syarat utama pembelajaran adalah mencintai siswa dengan segala keunikan dan potensi masing-masing.  Salah satu potensi yang terlihat pada siswa di SMA N 1 Satui adalah melakukan Open Mic.
Menurut Wikipedia yang diakses pada tanggal 1 November 2015, pengertian Open Mic sebagai berikut.
Open Mic or open mike (derived from open microphone) is a live show where audience members may perform at the microphone. Usually, the performers sign up in advance for a time slot with the host or master of ceremonies. These events are typically focused on performance arts like poetry and the spoken word, music, and comedy.
Pengertian tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: Open Mic atau Open Mike yang didapat dari kata Open Microphone adalah pertunjukan langsung dimana terdapat penonton mempertunjukkan kemampuannya melalui mikrofon. Biasanya, penampil mempertontonkan kemampuan mengolah kata dalam waktu tertentu yang diberikan oleh mc suatu acara. Kegiatan semacam ini berfokus pada penampilan seni seperti membaca puisi, pidato, musik, dan komedi.
Menurut Pandji Pragiwaksono, salah satu comic Indonesia, Open Mic adalah acara yang biasa digelar kafe-kafe komedi untuk para pemula yang ingin mencoba kemampuannya dalam melakukan Stand Up Comedy. Apakah perbedaan Open Mic dan Stand Up Comedy? Dari penjelasan Pandji sudah jelas terlihat perbedaannya bahwa Open Mic adalah ajang coba-coba untuk ke depannya melakukan Stand Up Comedy yang identik dengan sisi komersial.
Gagah Raditya, Koordinator Tertawa Sebentar, salah satu komunitas Stand Up Comedy menjelaskan bahwa Stand Up Comedy dikenal sejak abad XVIII di Eropa dan Amerika Serikat. Orang yang melakukan Stand Up Comedy dinamakan Stand Up Comic atau Comic (komika). Para comic biasanya menyampaikan cerita humor, lelucon pendek, atau kritik berupa sindiran dengan berbagai gaya dan gerakan yang dapat didukung dengan penggunaan alat peraga dan membuat catatan kecil.
Beberapa siswa SMA N 1 Satui rupanya memiliki ketertarikan lebih pada kegiatan Open Mic. Beberapa saat sebelum liburan semester 1, saya dan dua guru baru, yaitu Rara dan Ririn ke Kedai Katiga atau Katelu *?!?!* untuk melihat penampilan mereka. Beberapa nama seperti Yutha, Insani, Ansar, Arif, dan Forwanto tampil. Mereka melakukan Open Mic sesuai dengan urutan panggilan dari MC yang juga seorang Comic, yaitu Ramadan. Sebenarnya Ansar tidak ada schedule *pesawat kali* Open Mic, tapi karena special rikues dari Teacher Ririn, majulah doi dengan gagah berani siap lahir batin.

Arif

Insani Travel
Anshar
4-1-to alias Forwanto
Yutha *?!?!* Haha. Anggap saja Yutha masa depan. Lupa ambil foto.
Open mic. Saya pernah mencoba metode ini sebagai semacam pilot project untuk pembelajaran PKn di kelas. PKn adalah mata pelajaran yang penyampaiannya memerlukan banyak metode karena materinya full konsep, mirip dengan Sosiologi. Oleh karena itu, agar siswa tidak bosan perlu adanya variasi dalam pembelajaran, salah satunya Open Mic. Open Mic memiliki kemiripan dengan metode Everyone is a Teacher Here.
Aktivitas Open Mic yang berdasarkan metode Everyone is a Teacher Here merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara langsung oleh siswa. Siswa dengan bimbingan guru menyusun materi yang akan dijadikan bahan untuk Open Mic. Pada awalnya guru membimbing siswa untuk membuat bahan Open Mic. Ke depannya, siswa yang akan membuat bahan sendiri, sama ketika siswa melakukan remedial dengan cara Open Mic. Bimbingan guru masih tetap diperlukan agar bahan Open Mic tetap berada di jalurnya. Dalam arti tidak menyimpang dari materi pelajaran sekaligus terhindar dari komedi tidak sopan. 
Comic cewek: Ayie Koppa
Insani (lagi)
Ramadan
Siswa yang melakukan Open Mic dapat dikatakan belajar dengan melakukan (learning by doing). Sementara itu, bagi teman-teman yang menonton, mereka bisa memperkuat ingatan terhadap materi tertentu sekaligus sebagai hiburan. Konsep ini saya pikir baik karena siswa terhindar dari kejenuhan saat di kelas. Kedepannya saya harap ada bakat2 lain yang keluar, misalnya pantomim mungkin? Hehe.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan saya rasa cocok menjadi bahan Open Mic karena berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, kehidupan kita sehari-hari. Ketika siswa melakukan Open mic, siswa dapat mengasah daya pikir kritisnya untuk membuat candaan dalam balutan materi. Open Mic yang dilakukan oleh siswa akan menjadi penguat dari pemaparan informasi saat pembelajaran di kelas, sehingga siswa akan terus bersemangat saat melakukan kegiatan belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
So, would u like to open mic again, students? 

Thursday, 4 February 2016

My Game is a fair game

Di Indonesia bagian sungai danau yang minim fasilitas publik full manfaat seperti mol *sepertinya yang merasakan manfaat mol sepertinya saya seorang*, event2 macam pertandingan olahraga dalam rangka memperingati HUT SMA Tanah Bumbu bak oase di padang pasir. Perlu ditonton sodara! Yang main adalah atlet2 terkemuka SMA Satui pulak! Kalau dalam dunia per-fangirl-an, pertandingan kemarin ibarat Idol Championship yang mana yang main adalah idol2 keren, muda, dan tentu saja demen pamer abs! *abaikan yang terakhir*.
Aktivitas pertama begitu sampai di tempat pertandingan di SMA Tanah Bumbu adalah menusuk pentol! *Maaf, nak, teacher suka emosian plus resek kalo laper*. Setelah perut aman dan hati terkendali, mari nonton pertandingan voli antara SMA N 1 Satui versus Al Kautsar. Kemaren pas pertandingan final futsal, kita para guru muda harapan bangsa telat dan akhirnya nongkrong di bakso sapar sembari mencari oppa lokal. 
Suasana voli yang riuh redam
Ditunggui teacher-nim Mr. Vic dan Coach-nim Mr. Yuni *awas gak menang gak tuntas!*
Ecieee yang ditonton para cewek2 cantek!
Ibarat nonton konser, posisi duduk dengan view macem ini ada di tribun! Paling murah dan paling nyakitin hati!
Panitia tetap bringas meski pake sarung. Menjaga kekondusifan pertandingan adalah jihat bagi mereka!
Selain aksi para atlet SMA Satui yang mantaf abis, yang tidak boleh dikesampingkan adalah aksi para suporternya! Dengan muka pengen dilempar pentol, supporter bergerak heboh sambil nge-dance Mr Mr-nya KARA *sepertinya dia kamilia* dengan menggeol2kan pantatnya. Gerakan heboh tersebut disambut dengan solawat dari tim lawan, maklum dari pesantren bro! Haha. Gak, kok. Kedua belah pihak sama2 hebring dan entah apa yang keluar dari mulut mereka. Gak kedengeran jelas karena suasana riuh dengan berbagai macam teriakan. 
Si kaus item siap merangsek maju! Siap membela tim dengan jiwa raga!
Dan syukur alhamdulilah, berkat usaha pantang menyerah dari para atlet SMA, teriakan dan gerakan heboh dari supporter dan tentu saja atas Rido-Nya, tim voli SMA N 1 Satui keluar sebagai pemenangnya! Hip Hip Horee! Selamat tim voli SMA! Selamat para siswa! Selamat Rizky, Mahdi, Syaid Hamid, Ganda dkk *yang lain gak tahu namanya*.
Hoy Hooy!!!! Tos setelah mendengar ancaman arahan dari coach-nim
Hokyaaa menaang!
Hop Hop Horeeeh!
Salim dolo. Kita kan anak soleh alim menyenangkan
Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Selama pertandingan tidak muncul keributan yang memicu aksi anarkis. Meski sempat ada kejadian pelemparan botol ke pemain Al Kautsar. Sebenarnya kalau sampai ada aksi anarkis, teacher sudah mempersiapkan rute melarikan diri! Untung semua aman terkendali. Kalian semua memang generasi penerus bangsa yang mampu bersikap dewasa dan patut dibanggakan, nak! *kasih permen alpenlibe satu2*.
Pertandingan olahraga adalah salah satu ajang positif yang patut diapresiasi. Dalam pertandingan ada banyak pelajaran. Ada yang menang dan tentu saja ada yang kalah. Yang menang patut bersyukur latihan selama ini menghasilkan prestasi. Yang kalah anggap kekalahan sebagai pembelajaran untuk terus berlatih dengan lebih giat agar lebih baik. Para atlet diajarkan untuk fokus dengan pertandingan, bermain dengan penuh semangat dan tentu saja gembira. Hormon yang dihasilkan dari olah raga baik bagi jiwa seseorang karena menghasilkan hormon endorphin yang menimbulkan perasaan bahagia *bukan begitu, coach-nim?*
Olahraga juga mengajarkan kita untuk bersikap sportif, siap menang dan siap kalah. Ambil semua sebagai pelajaran. Kita siap kita menang, kita gak siap kita belajar menerima kekalahan! *MERDEKAAA!*
Once again: 
Congratulations, guys!